Beberapa Tips Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja


Beraneka upaya sudah diusahakan oleh pemerintah dan pihak-pihak berkaitan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Salah satunya ialah pola pencegahan, pemberantasan, dan penanggulangan narkoba sama dengan pemberantasan malaria. Parasit ,malaria dapat diibaratkan sebagai narkoba. Nyamuk malaria dapat diibaratkan sebagai pengedar narkoba dan sarang nyamuk malaria sebagai tempat-daerah yang rawan, semisal tempat hiburan malam dan sejenisnya. Adapun, penderita penyakit malaria (pasien) dapat diibaratkan sebagai pecandu narkoba, korban, atau penderita (pasien).

Penderita penyakit malaria (pasien) perlu pengobatan dan perawatan sedangkan penderita (pasien) narkoba perlu juga perawatan/pengobatan dan pemulihan (rehabilitasi). Oleh karena itu metode ampuh yang dapat dikerjakan untuk pasien korban narkoba ialah berobat dan bertobat. Kenapa berobat dan bertobat ? ya, kecuali berobat juga sepatutnya bertobat sebab agama mengharamkan penyalahgunaan narkoba. Kecuali itu, undang-undang di Negara kita melarang peredaran dan pemakaian narkoba.

Parasit malaria dibinasakan dengan obat malaria. Narkoba juga perlu dimusnahkan dengan sistem, umpamanya dibakar dan dihancurkan sedemikian rupa sehingga tidak dapatdigunakan lagi.

Nyamuk malaria juga dibinasakan, seumpama dengan semprotan insektisida (obat anti nyamuk) sehingga tidak lagi dimungkinkan penularan penyakit malaria hal yang demikian dari satu orang ke orang lain. Tersebut pula halnya dengan para penyelundup dan pengedar nyamuk narkoba seharusnya dibinasakan dengan cara dihukum seberat-beratnya.

Bagi generasi muda atau anak remaja di manapun anda berada,di bawah ini ada sebagian kiat untuk menjauhkan diri dari narkoba,ialah:



1. Belajar untuk mengatakan tak,bagus terhadap diri sendiri ataupun kepada orang lain yang mencoba menawarkan barang haram itu kepada kita.

2. Tidak usah terpancing,dibilang kuper (kurang pergaulan). Justru terbalik, pengguna narkobalah yang nantinya akan jadi kuper dan terkucil.

3. Tidak usah selalu berkeinginan dianggap. Contohnya dianggap hebat,dianggap berani,dianggap gaul atau dianggap cool,dan sebagainya.

4. Bergaullah dengan sahabat yang baik,jauhi teman yang buruk. (siapa temanmu hari ini akan menetapkan siapa kau kelak).

5. Jangan pernah coba-coba. Sekali mencoba narkoba maka seumur hidup akan sengsara.

6. Pikirkanlah bahwa,narkoba akan mengakibatkan penderitaan. Baik bagi diri kamu ataupun bagi orang lain.

7. Isilah hari-harimu dengan kegiatan yang positif. Seperti berolah raga, ikut kesibukan karang taruna,ekstra kokulikuler dan sebagainya.

8. Ingatlah senantiasa nasehat dan pesan-pesan orang tua,untuk memberi nasehat kita pada hal-hal yang positif. Bimbingan dan pesan orang tua ialah sinar yang menerangi kegelapan jalan kita.

9. Mendekatlah dan selalu berada di jalan Tuhan. Dengan mempertebal iman dan rajin sembahyang.

Pedoman untuk Orang Tua Supaya Anak Terbebas dari Godaan Narkoba

Bantu buah hati-anak untuk selalu berpikir positif perihal dirinya.

Si yang terlibat pengaplikasian narkoba dan minuman keras selalu merasa hebat serta memiliki keberanian diri. Mereka mengalami rasa enak dan percaya diri melainkan hal itu hanya bersifat sementara dan sering kali berpengaruh penyalahgunaan narkoba. Dalam bentang panjang, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan kesakitan luar lazim dan diakhiri dengan kematian yang mengerikan.

Supaya si kecil bisa meningkatkan kepercayaan dirinya, orang tua bisa menggunakan hal-hal berikut:

•  Memberikan dorongan dan kebanggaan yang bersifat positif tiap kali anak berhasil melaksanakan tugas seperti berprofesi membersihkan rumah, menjadi jawara kelas, dan dalam membantu teman dalam kesulitan.

•  Sediakan waktu untuk anak. Ajak mereka bicara apa saja yang bersifat positif, termasuk kehidupan dunia remaja, sekolah, dan keberadaan keluarganya.

•  Selalu melakukan aktivitasdirumah secara bersama-sama.

•  Berikan mereka kepercayaan dan tanggung jawab. Ajaklah mereka terlibat segera dalam pekerjaan rumah tangga. Tak ini akan membikin mereka merasa dihargai dan bermanfaat. Tidak jarang penyalahgunaan narkoba dan minuman keras disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara ayah dan bunda dan si kecilnya. Kecil, si kecil merasa disampingkan dan tak diamati oleh orangtua.

Berikan si kecil-si kecil info tentang narkoba

Si kerap mencoba narkoba karena keingintahuan sekaligus penolakan. Pakailah, dengan mengetahui bahaya dan imbas dari penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, diinginkan mereka tak akan pernah mencobanya.

Apa yang wajib bapak dan ibu lakukan?

•  Memanfaatkan info yang berkembang pada masyarakat untuk lebih mengatahui tentang penyalahgunaan narkoba dan minuman keras. Dengan mengetahui perkembangan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, telah tentu rehabilitasi narkoba kristen semarang orang tua dapat menjalankan pembicaraan lebih bermakna seputar narkoba dan minuman keras dengan si kecil-anak.

•  Memanfaatkan waktu yang tepat untuk berdiskusi tentang narkoba dengan buah hati-si kecil, contohnya bersama anak-si kecil ketika acara televise membahas problem narkoba dan minuman keras.

•  Mengingatkan anak seputar bahaya penggunaan narkoba. Contoh kalimat yang gampang diingat dan dipahami oleh si kecil ketika mengingatkan anak.Tidak : Narkoba dan minuman keras bisa membuat kau pusing. Narkoba dan minuman keras akan membuat kau sakit. Narkoba dan minuman keras membuat penampilanmu tidak menarik.

•  Ajari buah hati-si kecil untuk berkata, Tidak terhadap narkoba dan minuman keras. Contohnya, katakan, Tak, terima beri

•  - jika ditawari atau alasan seperti, Saya berkeinginan hidup sehat. Atau ubah topic diskusi jika merasa tertekan, seperti : Rasanya sahabat saya sedang menunggu. Saya telat dan terburu-buru. Tersebut segala alasan tersebut tak sukses, sebaiknya tinggalkan tempat hal yang demikian.



Tiga Tak seputar Narkoba

Tiga hal yang tidak dilepaskan dari masalah penyalahgunaan narkoba, rehabilitasi narkoba yang bagus ialah pencegahan, perawatan dan pemulihan.

Pencegahan

Pencegahan penyalahgunaan narkoba mencakup :

•  Pencegahan dini dialamatkan kepada mereka, individu, keluarga, dan klasifikasi yang belum tersentuh oleh keadaan sulit penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba, untuk membuat individu, klasifikasi, dan masyarakat waspada serta mempunyai ketahanan untuk menolak dan melawannya, jikalau suatu dikala terjadi dilingkungan mereka.

•  Pencegahan kerawanan ditujukan terhadap kategori atau komunitas yang rawan kepada penyalahgunaan narkoba, contohnya bertempat tinggal di tempat hunian kumuh atau bekerja di daerah hiburan agar mereka dapat memperkuat pertahanan diri dari rayuan atau paksaan pihak lain atau dorongan dan harapan dari dalam diri sendiri untuk mencoba narkoba.

•  Pencegahan kambuhan dimaksudkan kepada mereka yang sudah pernah menjadi pecandu narkoba dan sudah meniru program terapi dan rehabilitasi untuk menjaga supaya tak kumat lagi.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba dikerjakan di dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat luas, lewat kegiatan berikut.

•  Kecuali keagamaan, Tanya jawab, diskusi, dan pertunjukan kesenian.

•  Mencari isu dari surat isu, buku, dan media lainnya.

Program pencegahan lainnya ialah pendidikan pencegahan lewat kurikulum pengajaran sekolah. Untuk itu, para guru perlu mendapatkan pelatihan khusus; pengelolaan waktu luang, dan kegiatan pilihan, seperti penyaluran hobi, olahraga, kesenian, dan kesibukan rekreasi bersama.

Penciptaan lingkungan keluarga sehat, harmonis, komunikatif, terbuka, penuh perhatian, dan kasih saying di antara anggota, ialah bagian penting dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Tersebut pula penciptaan lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat yang sehat dan harmonis ialah hal penting untuk penyalahgunaan narkoba.

Tujuan jangka panjang pencegahan penyalahgunaan narkoba ialah membebaskan bangsa Indonesia dari bahaya penyalahgunaan Narkoba. Pencegahan penyalahgunaan narkoba yang baik perlu kerja sama pemerintah dan masyarakat, termasuk organisasi bukan pemerintah.

Jumlah penyalahguna dan penderita ketergantungan narkoba meningkat, tetapi yang paham program terapi/rehabilitasi terus menurun. Tidak itu disebabkan oleh sebagai berikut.

•  Program terapi dan rehabilitasi pada lazimnya tak tepat sasaran, seperti dijelaskan oleh tingginya angka kambuhan.

•  Program terapi dan rehabilitasi penyalahguna/penderita ketergantungan narkoba pada lazimnya mengeluarkan biaya yang betul-betul mahal, antara 3 juta sampai 5 juta perbulan. Selain itu, juga membutuhkan waktu panjang antara 6 bulan sampai 36 bulan.

•  Penyalahgunaan narkoba, menurut undang-undang yang berlaku tergolong tindak kriminalitas sehingga menghambat orang untuk mencontoh program terapi/rehabilitasi.

•  Banyak pecandu narkoba yang beralih ke zat lain yang tidak menimbulkan gejala sakaw sehingga penderita merasa tak perlu mengikuti program terapi dan rehabilitasi.

Ungkapan pencegahan lebih baik dari pengobatan, sampai kini masih berlaku, tapi bagi yang telah terlanjur terkena atau menjadi penderita ketergantungan narkoba, pencegahan walaupun lebih bagus, telah telat. Misalnya itu, bagi mereka yang terbaik adalah pengobatan, perawatan dan rehabilitasi, baru kemudian pencegahan agar tidak kambuh lagi.

 yang paling menyedihkan dari aktivitas pengedaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yakni penderitaan yang mengenaskan, baik jasmani ataupun rohani yang diderita oleh pelakunya, bagus lahiriah maupun rohani yang diderita oleh pelakunya, baik dikala mengalami gejala putus narkoba atau dikala terbaring dan mengerang kesakitan di rumah tahanan, serta penderitaan dan kesengsaraan orang tua/keluarganya yang tak berdosa.

Penyalahgunaan narkoba sebagai opsi merupakan tanggung jawab yang bersangkutan untuk memikul dosanya. Akan tapi, tak segala pelaku mlakukan perbuatan penyalahgunaan narkoba atas keputusan logika sehatnya dan dengan pertimbangan bagus buruk alhasil, kecuali itu, penyalahgunaan narkoba membebani orangtua, keluarga, dan lingkungannya. Misalnya itu, dibutuhkan pelayanan perawatan dan rehabilitasi, bukan hanya untuk menolong yang bersangkutan, tapi juga untuk menolong keluarga dan lingkungannya.

Penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba juga bukan gejala yang berdiri sendiri.  berpenyebab tunggal, namun adalah gejala yang mempunyai pelbagai sebagai penyebab. Misalnya, gangguan kepribadian sebab upaya menghilangkan gangguan fisik, seperti rasa nyeri hebat berkepanjangan.

Tingkat keparahan penyalahgunaan narkoba memang bervariasi, mulai dari tingkat coba-coba hingga tingkat ketergantungan berat. Oleh karena itu, upaya dan pelaksanaan perawatan dan pemulihannya pun perlu dilakukan secara bervariasi, bergantung pada tingkat keparahannya.

Tiga level utama cara kerja perawatan dan pemulihan penderita ketergantungan narkoba, yaitu sebagai berikut:

•  Tahap terapi lepas narkoba dan terapi jasmaniah yang dimaksudkan untuk menurunkan serta menghilangkan racun dalam tubuh, mengurangi dampak putus narkoba serta mengobati komplikasi mental penderita.

•  Tahap penstabilan suasana mental dan emosi penderita sehingga gangguan jiwa yang menyebabkan tindakan penyalahgunaan narkoba dapat diatasi dan penderita secara bertahap bisa menyesuaikan diri dengan keadaan perawatan dan keadaan perawatan dan kondisi sosial berikutnya.

•  Tahap rehabilitasi atau pemulihan keberfungsian jasmaniah, mental dan sosial penderita, seperti berguru, belajar berprofesi, serta bergaul secara normal dengan lingkungan sosialnya. (keluarga dan lingkungan yang lebih luas)

Perawatan dan pemulihan penderita ketergantungan narkoba memerlukan waktu yang panjang, biaya yang besar, fasilitas dan obat yang memadai, serta kekuatan perawat yang ahli.

Perawatan dan pemulihan penderita ketergantungan narkoba melibatkan beraneka pekerjaan dan keahlian termasuk dokter, perawat, psikiater, psikologi, dan pekerja sosial yang sudah mendapat pelatihan khusus untuk peran perawatan dan rehabilitasi penderita ketergantungan narkoba.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *